Showing posts with label Hacking. Show all posts
Showing posts with label Hacking. Show all posts

Wednesday, July 6, 2011

Penyebab Email, Facebook, Twitter Kena Hack


Berbagai alasan facebook kena hack, berbagai sebab email kena hack, twitter kena hack. Apa sih sebenarnya yang terjadi?
Yuk, mari kita telaah lebih dalam lagi, apa yang sebenarnya terjadi:
Kita mulai dari diri kita sendiri:
  • Terkadang kita kurang terliti dan kurang hati-hati dalam menyikapi sesuatu, disertai dengan andrenalin yang tinggi yang ada pada diri kita, sehingga menyebabkan kita tedor dan lupa atas apa yang kita lakukan.
  • Kurang waspada dan jeli dalam melihat sesuatu, sehingga membuat segala sesuatu menjadi buta, tuli & tak berasa.
  • Kurang merasa memiliki dan kurang menjaga apa yang kita miliki, sehingga kita membuat mudah dan menganggap enteng segala sesuatu.
Dari penjelasan diatas, beberapa hal yang menyebabkan email, facebook, twitter, dsb kena hack adalah:
  1. Kurang jeli memperhatikan URL Address (Alamat URL), misalkan: http://www.facekook.com, http://facebook.website.com, padahal URL yang sebenarnya adalah http://www.facebook.com. Nah jika anda mengklik situs tersebut, maka anda sudah masuk jebakan batman, karena mungkin bisa saja isi dari website dapat mengandung scam / phising / fakelogin / virus / malware, dsb & Account Anda Raib!
  2. Tergiur dengan tipuan yang menggoda, sehingga terjebak pada kesalahan yang fatal, misalkan: “Foto Bugil Artis ABCDE, silakan klik link berikut: http://www.andaterjebak.com“, “Video Mesum Aktor CDEFGH, Baru Loh, silakan klik: http://www.artisvideoporno.com“, “Hadiah besar menanti, Blackberry gratisan: http://www.webpalsugratisan.com“, dan masih banyak tipuan & trik yang lainnya. Sudah pasti tahu apa yang akan terjadi bila mengklik situs tersebut, maka bisa jadi akan bertemu link scam / phising / fake login / virus / malware /spam & Account Anda Terhack apabila anda melakukan penginputan user & password email di situs tersebut!
  3. Tidak pernah berfikir bahwa ada “Backdoor, Trojan, Spyware, Keylogger” dalam komputer yang digunakan saat ini, sehingga lupa untuk melakukan checking terhadap aplikasi & service yang sedang berjalan saat ini. Misal: Windows -> Tekan “CTRL+ALT+DEL“, kemudian muncul Taskmanager, checklah aplikasi & service yang berjalan, apabila ada aplikasi / service yang mencurigakan silakan di “End Process / End Task”. Linux: Tinggal ketik “ps- aux”, kemudian kill -9 aplikasi yang mencurigakan. Hapuslah autorun melalui regedit di windows atau hapus crontab di Linux.
  4. Kebanyakan tidak mengetahui bahwa password email, facebook, twitter, dsb haruslah BERBEDA. Jika password keseluruhan account yang kita miliki sama, maka akan mempermudah sang hacker untuk memasuki account kita yang lainnya. Namun yang paling penting adalah JAGALAH PASSWORD EMAIL DENGAN BAIK, karena email merupakan akar dari account yang lainnya. Misal: Password email “h4Ck3r$3jAt1“, password facebook “f@c3b()()kk03“, pasword twitter “b3rk#!c@u“, yang terpenting adalah harus berbeda & mudah di ingat.
  5. Email dianggap sesuatu yang kedua, karena sangat gampang untuk membuat email, hingga password email lupa karena hampir tidak pernah membuka email yang dibuat. Password email saja lupa, apalagi “Secret Question” nya, ketika dalam kasus Facebook, Twitter terkena hack, maka akan sangat sulit untuk merecovernya kembali.
  6. Malas untuk melakukan update account profile / account setting terhadap email, facecook, twitter, dsb. Sehingga informasi mengenai “Alternate Email, Secret Question, Alamat, No. Telp” kadang di isi sembarangan bahkan kadang tidak di isi. Inilah account yang sudah kena hack tidak akan pernah kembali lagi kepada pemiliknya.
  7. Tidak ada waktu untuk melakukan perubahan secara berkala terhadap password, passwordnya selalu sama dari awal pembuatan sampai saat ini. Inilah yang dapat menyebabkan password masih bisa dipakai andaikan password sudah masuk dalam log sang hacker walaupun lognya sudah 1-2 tahun yang lalu.
  8. Mengisi password secara sembarangan, mudah untuk ditebak & password yang lemah, misal: “abcdef”, “12345″, “21101986″, “201282″, “ayulovejelek”. Biasanya kebanyakan orang mengisi password dengan “Tanggal Lahir, Namadepan & Belakang, Hari Spesial, Nama Pacar, No. HP, Keluarga“. Password harus dibuat minimal terdapat “Alfabet Character, Angka, Symbol & Panjangnya Minimal 10 Character” hal ini bertujuan untuk memperkuat password, password harus sesuatu yang berbeda yang mudah di ingat oleh kita sendiri dan untuk mempersulit ketika ada aktifitas BruteForce terhadap Account.
  9. Hal yang paling sering adalah “Lupa Logout & Lupa Clear Browsing History” setelah kita melakukan aktifitas browsing di internet sehingga kebanyakan sang hacker menggunakan cookies yang sebelumnya untuk mengambil alih account & tentu saja account akan hilang ditelan malam. Kebanyakan hal ini terjadi di warnet atau tempat public internet.
  10. Salah satu yang paling  rentan & karena malas untuk mengisi password, sehingga yang digunakan adalah “Remember Password“, sebaiknya walaupun itu laptop pribadi, pc pribadi, sebaiknya kita tinggalkan kebiasaan ini, karena cukup mudah untuk mengambil account apabila ada “remember password”. Terdapat tools yang juga bisa merecover password yang disave di Browser.

Beberapa hal tersebut yang membuat account terkena hack, akan saya berikan Clue kepada Pembaca  yang setia:
  1. Manusia adalah VULNERABILITY (Sebuah Kelemahan / Kerentanan) yang TIDAK PERNAH BISA DI PATCH! Jika sang hacker sudah pusing & tidak berhasil untuk menghack system. Maka sasarannya adalah MANUSIA itu sendiri, karena Manusia memiliki kelemaan yang tidak pernah bisa di PATCH, kecuali atas se ijin Yang Maha Kuasa :)
  2. Setiap saat dan setiap waktu setiap ada Bug di sebuah system, developer akan bertindak untuk melakukan PATCH. Oleh sebab itu TIDAK AKAN PERNAH MUDAH UNTUK MELAKUKAN HACK ACCOUNT DIDALAM SYSTEM THE BIG 5 (GOOGLE, YAHOO, MICROSOFT, FACEBOOK, TWITTER). Jadi sebaiknya berhati-hatilah apabila ada jasa penawaran untuk melakukan hacking “Yahoo, Facebook, Gmail, Twitter” dsb, apalagi meminta bayaran & via online. Yang pasti duit anda akan raib begitu saja.
Untuk pembaca setia , tetap waspada, teliti, hati-hati dalam menyikapi sesuatu & JANGAN MUDAH TERTIPU oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Karena jujur saja, banyak Inbox yang masuk di email saya yang meminta bantuan untuk recover password, hack password, facebook kena hack, yahoo kena hack, hotmail kena hack, gmail kena hack, dan ada juga yang tertipu karena melakukan pembayaran tetapi barang  tidak dikirimkan

Friday, April 8, 2011

Tehnik hackers menerobos keamanan (Sebagai bahan Pembelajaran danjangan disalahgunakan)

By: Awer Ehm

Aktifitas hackers (*sesungguhnya yang saya maksudkan adalah crackers, tapi media massa telah salah mempopulerkannya*) adalah nyata dan menjadi ancaman serius yang terus menerus berkembang serta dapat mengganggu kegiatan bisnis. Mereka masuk dalam sistem internal perusahaan melalui sambungan internet / LAN atau kegiatan secara fisik lainnya yang memungkinkan mereka terhubung ke terminal komputer.

Berikut disampaikan secara umum beberapa tehnik yang biasa dipakai hackers untuk mendapatkan akses ilegal ke sumber daya komputer.

A. Mencuri akses log-in yang dipakai

Untuk melakukan akses ilegal ke dalam sistem komputer salah satunya adalah dengan mendapatkan akses log-in yang dipakai. Hal ini bisa dilakukan ketika hacker secara fisik berada di dekat fasilitas komputer atau berusaha mengakses sistem melalui koneksi dial-in.

1. Mencuri akses secara fisik : tahap penting dalam menjaga keamanan sistem informasi adalah menjamin bahwa akses secara fisik ke sumber daya komputer adalah terbatas. Orang dalam atau luar yang secara fisik mempunyai akses ke terminal komputer akan memiliki kesempatan mendapatkan log-in yang sedang digunakan.

2. Mendapatkan akses melalui dial-in : metode lain untuk mendapatkan akses log-in adalah dengan melakukan dial-in ke host. Program “daemon dialers”, yang banyak tersedia di internet, dapat mengidentifikasi ID modem yang sedang berlaku. Sekali hackers mengetahui ID modem suatu terminal/host, dia dapat melakukan dial-in dan mendapatkan akses log-in yang dipakai.

Untuk meminimalisir potensi pelanggaran akses log-in ini dapat dilakukan langkah-langkah :

- Terminal komputer diletakkan (secara fisik) ditempat yang aman;
- Pengamanan dan pengendalian akses yang baik dipasang pada semua jendela dan pintu tempat dimana hardware komputer berada;
- Komputer yang diletakkan diluar area yang diamankan dan terhubung ke jaringan perusahaan, harus menggunakan password yang baik;
- Mematikan modem ketika tidak digunakan;
- Menggunakan fasilitas call-back, memberikan ekstra otentikasi, atau menggunakan one-time password;
- Menghilangkan logo dan nama organisasi dari layar log-in untuk menghilangkan tanda pengenal, sehingga hackers tidak dapat mengetahui dengan cepat sistem mana yang dimasuki;
- Menggunakan alarm atau pesan peringatan saat pihak yang tidak berhak memasuki sistem dan mencatat aktifitasnya.

B. Mencuri password

Beberpa tehnik yang populer untuk mencuri password adalah :
1. Brute Force Attacks : merupakan usaha menebak password baik secara manual ataupun otomatis. Umumnya hackers memiliki daftar password yang berisi koleksi password default yang terpasang secara otomatis saat suatu program diinstal. Program penebak password banyak tersedia juga di internet.
2. Password cracking : merupakan program untuk mendapatkan password dengan memanfaatkan celah keamanan. Program ini banyak tersedia di internet, misalnya program Crack. Crack bekerja dengan cara menyandi kamus standar dan kemudian membandingkannya dengan password yang disandi oleh sistem sampai menemukan kata-kata yang cocok.

Untuk menghindari pencurian password dapat dilakukan langkah-langkah :
- Mem-password semua user account;
- Ganti default password segera setelah instal program;
- Gunakan kata-kata / frasa yang sukar ditebak;
- Ganti password secara periodik;
- User account yang sudah tidak terpakai segera dihapus;
- Password yang telah disandi disimpan dalam file yang terlindung dengan baik (disamarkan);
- Jangan menuliskan password didekat terminal komputer / work station;
- Usahakan hanya sedikit orang yang memiliki akses terhadap sistem administrator, untuk menghindari resiko peng-copy-an password yang sedang digunakan;
- Memberikan pengertian kepada user akan pentingnya mengelola, menjaga keamanan password yang dimiliki.

3. Keystroke logging : tehnik ini sangat sederhana dan hampir selalu tidak terdeteksi. Hackers dapat menggunakan sebuah disket untuk menginstal program key-stroke logging melalui work-station. Sekali program ini masuk ke dalam sistem, dia akan menetap di dalam sistem dan menangkap setiap sign-on berdasarkan kata kunci pembukanya. Hacker dapat memanfaatkan sign-on yang tertangkap tersebut dari jauh (remote location).

Untuk mencegah aksi ini :
- Gunakan one-time password untuk sign-on pada account dengan tingkat sensitif tinggi;
- Secara periodik lakukan scanning untuk mengetahui trojan atau malware lain yang terlanjur masuk kedalam sistem;
- Tempatkan hardware komputer di tempat yang terlindung dan diberi pembatasan akses.

4. Packet sniffing : program-program network monitoring tools seperti network analyzers dan packet sniffers tersedia sangat banyak di internet. Tool ini bekerja dengan cara menangkap paket data yang ditransmisikan melalui saluran komunikasi. Terkadang hacker juga melakukan packet sniffer dengan cara menghubungkan laptopnya ke port jaringan perusahaan, baru kemudian melakukan pencurian data.

Lalu-lintas data dalam jaringan hampir dapat dipastikan tidak dibungkus dengan metode penyandian yang baik, sehingga merupakan kesempatan emas bagi hacker untuk mendapatkan user account dan password yang ada di dalam jaringan.

Untuk mencegah dan meminimalisir akibat aksi packet sniffer :
- Jalur komunikasi sedapat mungkin dibagi dalam beberapa bagian;
- Data-data sensitif ditransmisikan melalui jaringan komunikasi dalam bentuk yang sudah disandi dengan metode penyandian yang baik;
- Menggunakan one-time password untuk sign-on pada account dengan tingkat yang sensitif;
- Akses kepada saluran komunikasi dan komputer, secara fisik dibatasi.

5. Social engineering : interaksi sosial yang mengabaikan keamanan informasi menjadi salah satu cara hackers untuk mendapatkan data sensitif secara langsung ataupun tidak langsung dari user.

Untuk mencegah kebocoran informasi melalui kegiatan ini :
- Secara periodik dilakukan penyegaran dan sosialisasi pentingnya menjaga keamanan informasi yang dimiliki;
- Melakukan pencatatan dan dokumentasi atas semua prosedur pengendalian akses;
- Membangun kesadaran pengamanan informasi di seluruh staf baik manajemen maupun operasional;
- Waspada terhadap pesan tipuan yang berisi “permintaan konfirmasi password”, “reset password” atau “lupa password”.

C. Metode lainnya untuk mencuri akses

1. IP address spoofing : adalah salah satu cara pengelabuan yang membuat untrusted host terlihat seperti trusted host dalam sebuah jaringan. Hal ini terjadi karena hackers merubah IP address host tersebut sehingga menyerupai trusted host. Dengan kata lain penyusup menipu host dalam jaringan sehingga penyusup tersebut tidak perlu melakukan otentikasi untuk dapat terhubung dengan jaringan lokal.

Untuk menangkal serangan ini dilakukan :
- Mengkonfigurasi firewall dan router sedemikian rupa agar dapat menangkal serangan IP spoofing;
- Hanya host yang dinyatakan aman yang diijinkan untuk terhubung ke dalam jaringan.

2. Terminal yang tidak dijaga : sering terjadi sebuah terminal dalam keadaan sign-on ditinggalkan oleh user, entah ke toilet atau istirahat makan. Bila kebetulan ada hacker yang secara fisik berada di tempat tersebut, maka hacker akan mempunyai kesempatan untuk mengakses data secara ilegal atau memasukkan trojan ke dalam sistem.

Untuk meminimalisir kejadian tersebut :
- Gunakan screen server yang dipasangi password, yang otomatis dijalankan setelah beberapa menit tidak ada aktifitas dalam sistem;
- Memberi pengertian pada user untuk selalu melakukan sign-off setiap kali meninggalkan terminal;
- Melakukan pengawasan ditempat dimana terminal tersebut berada.

3. Writeable set user ID files : beberapa sistem menyediakan sebuah file penyimpan user ID untuk mengakses terminal. Hacker akan mencari file yang diidentifikasikan sebagai set-user-ID (SUID) tersebut dan mencoba menuliskan kode tambahan kedalam SUID agar mendapatkan akses menuju root.

Untuk mencegah penyusupan ini :
- Dilakukan pembatasan terhadap program yang dapat mengakses SUID;
- SUID dikonfigurasikan sedemikian rupa sehingga hanya dapat diubah melalui root;
- Hanya user yang terdaftar dalam sistem yang dapat menulis di file SUID.

4. Laporan dari Computer Emergency Response Team (CERT) : CERT selalu memberikan laporan-laporan tentang celah keamanan yang teridentifikasi. Namun eksploitasi ini sering dimanfaatkan oleh pihak yang bermaksud jahat untuk mendapatkan keuntungan dengan memasuki sistem secara ilegal. Hackers selalu mengikuti laporan CERT ini untuk mengidentifikasi bugs baru dari suatu sistem.

Administrator jaringan dan profesional keamanan informasi perlu mengikuti dengan cermat laporan-laporan CERT, melakukan checksum untuk menguji hasil-hasil yang dilaporkan CERT sebelum diimplementasikan dan melakukan penutupan celah keamanan yang teridentifikasi.

5. Hackers bulletin board : hackers dari seluruh dunia saling bertukar informasi dalam internet melalui forum atau milis dan bahkan menerbitkan laporan/tulisan dalam buletin. Mereka membahas masalah celah keamanan, keamanan sistem informasi, berbagi tehnik dan program baru, atau bahkan membahas informasi sensitif milik organisasi tertentu.

Administrator dan profesional keamanan jaringan perlu juga secara teratur mengikuti perkembangan pembahasan di forum hackers, dengan tujuan memperkuat sistem keamanan informasi dalam organisasinya.

6. Software di internet : internet banyak sekali menyediakan program/tools yang dapat digunakan oleh administrator untuk membantu melindungi komputer dan membantu melakukan scanning celah keamanan. Namun tool tersebut juga dipakai para hacker untuk maksud yang sebaliknya.

Administrator jaringan perlu secara teratur melakukan audit terhadap sistemnya. Audit ini dapat dilakukan secara internal ataupun melalui konsultan independen. Selain itu secara reguler administrator perlu mengecek versi terakhir dari tool yang digunakan untuk membantu keamanan sistem. Serta pastikan setiap celah keamanan yang ditemukan telah diatasi dengan baik. -antz-

http://www.facebook.com/note.php?created&&suggest&note_id=261275768915&id=193004706297